Superman Manusia Baja, Kiamat di Planet Krypton Bagian III

Jenderal Zod menyatroni rumah Jor-El dengan membawa armada puluhan pesawat kecil. Mereka berhasil memasuki kediaman pasangan Jor-El dan Lara setelah pesawat-pesawat itu menembaki pintu gerbang bangunan hingga jebol.

Begitu pesawat-pesawat itu mendarat di halaman rumah Jor-El, keluar suara pemberitahuan dari mesin peluncuran. “Lady Lara persiapan peluncuran pesawat sudah selesai. Nyalakan mesinnya.”

Setelah pasukan Zod turun dari pesawat, dan masuk ke dalam rumah Jor-El, seorang prajurit yang mendengar deru suara mesin berkata kepada Zod, “Jenderal, Kami mengidentifikasi ada mesin yang menyala di dalam sana.”

“Itu pasti peluncuran pesawat. Jaga balkon ini,” ujar Zod sambil berjalan menuju ke ruang lain.

Zod menemukan Jor-El dan Lara di suatu ruangan peluncuran pesawat. Tanpa basa-basi Zod menuding Jor-El.  “Aku tahu kau telah mencuri codex, Jor-El. Serahkan padaku, maka kau akan kubiarkan hidup. Ini adalah kesempatan kedua buat Krypton,” ujar Zod marah.

“Aku tak sependapat dengan pikiranmu yang hanya akan mempertahankan orang-orang yang menurutmu pantas hidup saja. Aku tak ingin kamu melakukan pembantaian di tempatmu yang baru nanti,” ujar Jor-El.

“Apa yang telah kau lakukan? Kau menentangku?”,  tanya Zod

“Kami punya anak Zod, seorang putra. Anakku kelahiran alamiah pertama di Krypton setelah berabad-abad lamanya tak ada wanita kita yang mau melahirkan bayi. Dia akan bebas, bebas menentukan takdirnya sendiri,” ujar Jor-El.

“Terkutuk kau! Aku akan membunuhmu dan menghancurkan tempat ini” teriak Zod. “Hancurkan tempat ini!”, perintah Zod kepada pasukannya.

Anak buah Zod merespon seruan komandannya dengan menyerbu ruangan tempat peluncuran. Tapi sebelum melangkah mereka diberondong tembakan  oleh Jor-El dengan senapan di tangannya. Beberapa anak buah Zod berguguran.

Setelah itu Jor-El terlibat duel dengan Zod. Dengan pucuk senapannya, Jor-El berhasil melukai pelipis Zod yang berupa garis tebal memanjang dan berdarah. Setelah beberapa kali saling bertukar pukulan dan tendangan, dan juga saling membanting, Jor-El berada di atas angin. Ia terus menerus menghajar Zod dengan tendangan dan pukulan hingga Zod jatuh.

Sebetulnya dalam posisi seperti itu dengan mudah Jor-El bisa membunuh Zod dengan tinggal menarik pelatuk senapannya. Tapi entah karena apa ia tak melakukannya. Ia membiarkan Zod merasakan sakit tanpa membunuhnya.

Lara tanpa membuang-buang waktu lagi segera memencet sejumlah tombol untuk  peluncuran pesawat yang akan membawa Kal-El ke bumi.

Melihat Lara akan menekan tombol mesin yang terakhir, Zod yang masih terbaring di lantai berteriak,” Lara dengarkan aku. Codex itu masa depan Krypton. Batalkan peluncurannya!”

Tapi Lara tak menggubris kata-kata Zod. Ia bergegas menekan tombol. Maka pesawat yang membawa Kal-El pun melesat ke angkasa.

“Tidak!!!”, teriak Zod dengan keras sekali. Dengan penuh emosi ia menusuk Jor-El yang lengah karena tengah memandangi pesawat yang membawa bayinya mengangkasa.

Jor-El langsung tergeletak di lantai. Lara pun bergegas menghampiri suaminya yang sudah mati dengan teriakan histeris. Ia menangisi kematian suaminya.

“Ke tempat mana kamu mengirim anakmu?”,  tanya Zod ketika Lara masih di duduk di lantai menangisi suaminya.

Namanya Kal-El, ia berada jauh dari jangkauanmu,” ujar Lara memandang Zod dengan tatapan sinis.

Karena Lara tak mau menunjukkan kemana Kal-El akan dikirim, dengan penuh amarah Zod mendatangi anak buahnya yang bergerombol di halaman depan rumah. Lalu ia memerintahkan anak buahnya menembak pesawat yang mengangkut bayi Kal-El. Sebuah tembakan sempat dilepaskan, Untungnya tembakan itu meleset. Tak lama kemudian datang pasukan Dewan Planet Krypton untuk meringkus gerombolan pemberontak pimpinan Zod.

Tampaknya pertempuran di luar telah dimenangkan oleh pasukan pemerintah yang sah. Karena itulah akhirnya mereka bisa memburu Jenderal Zod di rumah Lara.

“Kalian para pemberontakan sudah terkepung. Letakkan senjata kalian,” ujar komandan pesawat tempur Dewan Planet Krypton. Menyadari pasukannya sudah habis, Jenderal Zod hanya bisa menunduk mendengar ultimatum itu. Pasukan pemerintah dengan cepat memangkap para anggota gerombolan Zod tanpa perlawanan.

Para pemberontak itu kemudian dibawa ke sidang pengadilan Dewan Planet Krypton. Pengadilan berlangsung singkat karena para juri memberikan keputusan yang bulat. Lewat Ketua dewan juri , mereka memberikan keputusan bersalah terhadap Zod dan anak buahnya.

”Sebagai hukuman atas pembunuhan dan ancaman kepada banyak orang, Dewan Krypton memutuskan Zod dan anak buahnya mendapatkan hukuman 300 kali menjalani siklus rekondisi somatic. Kalian mau menyampaikan kata-kata pembelaan?” ujar Ketua Dewan Juri pada Zod, pemimpin pemberontak, yang tangannya dibelenggu rantai.  

“Kalian semua pecundang. Kalian hanya mengikuti pikiran kalian sendiri mengirim kami ke dalam lubang hitam selamanya,” teriak Zod sambil meludahi salah seorang anggota dewan. Anggota pasukan keamanan mendorongnya ke belakang. Tapi Zod tetap berteriak dengan penuh  amarah, “Kalau kami berada di tempat hukuman, siapa yang akan menyelamatkan ras Krypton. Jor-El benar, kalian hanya sekumpulan orang bodoh, kalian semuanya.”

Lalu pandangan Zod beralih ke Lara yang juga termasuk anggota Dewan Planet Krypton, Dengan tatapan penuh kebencian, sambil dipegangi pasukan keamanan, ia berkata, “Dan kau percaya putramu aman? Aku akan menemukannya. Aku akan kembali. Apa yang kau ambil dari kami, akan aku temukan, Lara.”

Saat Zod berteriak-teriak penuh amarah, tiba-tiba tubuh Zod dan anak buahnya dibelit suatu yang mirip cairan  berwarna hitam yang kian lama kian memadat dengan cepat sekali. Dimulai dari bagian bawah tubuh kemudian naik ke atas, yang akhirnya membentuk seperti kapsul yang membungkus tubuh para pemberontak itu. Dan kapsul itu menjadi seperti pesawat yang membawa mereka ke ruang angkasa menuju tempat pengasingan yang disebut lubang hitam atau panthom zone (zona bayangan).

Setelah sidang pengadilan selesai dan eksekusi dilaksanakan, Lara berjalan menuju pintu gerbang gedung dewan yang terbuka. Dari balkon gedung ia melihat di luar mulai terjadi ledakan-ledakan yang kian sering dan hebat sebagai tanda kehancuran Planet Krypton segera tiba.

Robot-robot pengawal Dewan Planet memperingatkan agar Lara segera mengamankan diri dengan masuk ke dalam gedung.

“Percuma saja,  aku bersembunyi. Betul kata Jor-El planet ini akan hancur dan kita semua di sini akan mati kemanapun kita bersembunyi,” ujar Lara menjawab perkataan robot.


Tak lama kemudian Planet Krypton meledak dan menghilang dari jagat raya lebih cepat dari perkiraan Jor-El. Lalu bagaimana dengan nasib Zod dan anak buahnya yang berada di tempat pembuangan, Panthom Zone di ruang angkasa? (Tamat)

0 komentar:

Posting Komentar