Superman Manusia Baja Hancurnya Planet Krypton Bagian 1

Pemandangan di Planet Krypton senantiasa tampak suram. Siang haripun langit kelihatan seperti senja, sebagian biru tapi lebih dominan lagi warna kemerah-merahan dengan awan berwarna hitam hingga kelabu. Di sini tak akan dapat dijumpai langit biru cerah, dan  awan yang berwarna putih bersih.


Planet Krypton memiliki permukaan tanah yang berbukit-bukit yang runcing dan tinggi sekali. Di antara ketinggian bukit-bukit itu banyak terdapat pusat-pusat kegiatan. Di planet ini juga terdapat yang namanya wilayah perairan. Tanaman dan pohon jarang sekali ditemukan sehingga terkesan kering kerontang.

Hewan yang ada di Krypton seperti hewan purbakala. Badannya besar-besar dan ada yang bentuknya menyerupai dinosaurus. Dan burung-burung di sana juga besar-besar. Wajah binatang-binatang itu tampak muram dan menyeramkan.

Di planet inilah Superman dilahirkan. Planet ini sudah sangat tua, jauh lebih tua dibandingkan bumi. Inti planet ini sudah sangat lemah akibat sejak lama terjadi eksploitasi energi besar-besaran untuk penciptaan manusia Krypton yang dilakukan dalam ruang penciptaan. Dan planet ini terancam hancur.

Jor-El, ilmuwan berpengaruh di planet itu diam-diam melakukan usaha penyelamatan ras Krypton. Jor-El telah merekam semua data penduduk Krypton ke dalam suatu benda yang disebut codex. Dengan codex inilah, manusia Krypton bisa dihidupkan kembali di planet yang lain. Tapi ia harus mencari codex ini karena sebelumnya ia telah menyerahkannya pada otoritas pengontrol populasi.

Selain itu jauh hari dia sudah merencanakan kehamilan istrinya dan membuat pesawat khusus untuk mengirim bayinya sendiri ke planet yang lain sebelum Kryton musnah. Beberapa waktu menjelang kiamat, untuk pertama kalinya selama berabad-abad  lahirlah seorang bayi secara alamiah lewat rahim Lara, istri Jor-El.  Lara  termasuk orang yang cukup berpengaruh di Planet Krypton, karena ia anggota dewan yang memerintah planet itu.

Saat persalinan, Lara berbaring di atas sebuah ranjang. Ia ditemani dua robot yang menyaksikan persalinan. Robot bisa berfungsi seperti USG yang dapat memperlihatkan bayi yang ada dalam kandungan. Jor-El sendiri yang menjadi bidan persalinan istrinya.

Proses persalinan seperti wanita bumi melahirkan. Ada aktivitas pengejanan, ada lenguhan kesakitan, pengambilan nafas dalam-dalam dan mengeluarkan udara dari mulut dengan sekuat tenaga, dan bayi keluar dari jalan yang sama dengan wanita bumi. Dan ketika bayi itu keluar dari rahim ibunya, Jor-El sendiri yang mengambilnya dan kemudian memberinya nama Kal-El.
Beberapa hari setelah kelahiran bayi Kal-El, Dewan Planet Krypton menggelar sidang untuk membahas berbagai masalah penting.

Seorang anggota dewan membuka sidang dengan pertanyaan, “Apa sebenarnya yang terjadi dengan planet kita? Kenapa jumlah penduduk kita turun dengan drastis? Padahal kita membutuhkan banyak generasi baru untuk mengelola planet ini setelah kita semua mati.”

“Saat ini inti planet kita sudah tidak stabil. Karena itulah ruang penciptaan kita tidak lagi seproduktif dulu. Kalau produksi ruang penciptaan kita tidak bisa mengimbangi jumlah orang Krypton yang meninggal, otomatis jumlah penduduk kita akan menyusut,” jelas Jor-El.

Seorang anggota dewan wanita bertanya, “Apakah kau bisa menjelaskannya secara detil?”
“Sejak kita melakukan  penciptaan manusia lewat ruang penciptaan, energi planet kita dengan cepat terkuras. Sebab penciptaan itu membutuhkan energi yang sangat besar lebih dari aktivitas apapun di planet kita. Apalagi ketika wanita-wanita Krypton tak mau lagi melahirkan anak. Pertumbuhan manusia Krypton sepenuhnya bergantung pada ruang penciptaan. Di sinilah mulai terjadi percepatan habisnya sumber energi planet kita. Inti planet ini menjadi tidak stabil dan membawa planet ini lebih cepat menuju kahancuran",  papar Jor-El.

“Hm.. apa sebegitu besar dampak dari ruang penciptaan itu pada planet kita?”, tanya anggota dewan wanita itu.

“Kalian mungkin sulit percaya bahwa Planet Krypton akan meledak. Kita hanya memiliki waktu beberapa minggu! Kuingatkan terus memanen inti planet sama saja dengan bunuh diri. Itu mempercepat proses ledakan inti. Cadangan energi kita menipis.”

Maka kegaduhan pun mulai meramaikan ruang sidang. Para anggota dewan mulai bicara sendiri-sendiri dengan rekan di sampingnya setelah mendengar ucapan Jor-El. Ada yang merasa cemas kalau kiamat itu benar-benar terjadi dalam beberapa minggu ini. Tapi sebagian lagi menganggap kiamat hanya sekedar dongeng.

“Apa saranmu untuk kita semua?”, tanya anggota dewan wanita itu mencoba menenangkan forum.

Jor-El mengatakan,”Kita menjelajah bintang-bintang seperti yang dilakukan nenek moyang. Kita akan terhindar dari ledakannya. Kita bisa mulai dengan menggunakan pos-pos lama.”

“Jadi kita harus mengevakuasi semua orang di planet ini?” tanya anggota dewan wanita.


“Ya, tapi tidak banyak yang tersisa. Sebagian besar orang di planet ini sudah mati. Beri kuasa aku untuk mengendalikan planet ini. Aku pastikan ras kita tetap bertahan. Masih ada harapan. Aku memegang harapan ini di tanganku,” ujar Jor-El.

Bersambung ke Bagian II

0 komentar:

Posting Komentar