Superman Manusia Baja, Kiamat Di Planet Krypton Bagian II

Tiba-tiba timbul keributan di luar. Terdengar tembakan untuk membuka paksa pintu gedung. Lalu terjadi baku tembak antara gerombolan yang dipimpin oleh Jendral Zod dengan para pengawal dewan planet Krypton yang menjaga pintu masuk. Setelah gerombolan Zod berhasil menghabisi seluruh pasukan pengaman, mereka menghampiri para anggota penguasa planet Krypton di ruang sidang.


Pemimpin gerombolan Zod berseru, “Dewan ini dinyatakan bubar!”

Anggota dewan wanita bertanya, “Atas perintah siapa?”

“Atas perintahku,” ujar Zod, yang lalu menembak anggota dewan wanita itu. Lalu ia berkata, “Kalian semua akan dituntut dan dihukum atas kejahatan kalian.”

“Apa yang kau lakukan Zod. Ini gila,” sela Jor-El.

“Ini adalah apa yang seharusnya aku lakukan sejak dulu,” kata jenderal Zod,”Kalian semua hanya bisa berdebat sementara Krypton sedang dalam proses kehancuran.”

Lalu seorang prajurit anak buah jenderal Zod menarik dengan keras salah seorang anggota dewan dari kursinya sehingga jatuh tersungkur di lantai dan pelindung kepalanya terlepas. Anggota dewan yang telah berusia lanjut itu tak melakukan perlawanan.

“Dengan menghabisi para anggota dewan, Kau berharap akan jadi pemimpin. Tapi aku tidak akan….”

Belum selesai kata-kata Jor-El, jenderal Zod sudah memotong,”Jadi bergabunglah denganku. Bantu aku menyelamatkan ras kita. Kita akan mulai dari awal. Menciptakan garis keturunan baru yang pantas hidup,” ujar Zod.

Jor-El berkata, “Dan siapa yang menentukan keturunan yang pantas hidup, Zod. Kau?”

“Jangan mendebatku Jor-El. Aku benar-benar senang mendapatkan situasi seperti ini,” ujar Zod.

“Kau melupakan prinsipmu sebagai prajurit. Kau mencabut pedangmu dan melawan orang-orangmu sendiri. Aku menghormatimu yang dulu, tidak dengan dirimu yang sekarang,” ujar Jor-El.

Jengkel karena Jor-El tak mau mendukung rencananya, Zod memerintahkan anak buahnya menangkap Jor-El.  “Bawa dia ke sel,” perintah Zod.

Lalu anak buah Zod pun meringkus Jor-El dan membawanya ke luar gedung dewan. Tapi ketika baru beberapa langkah, tiba-tiba robot milik Jor-El, Helix, bersuara.

“Tuan apa semua berjalan dengan baik-baik saja. Minggirlah!”,  tegur Helix kepada para pasukan Zod.

Setelah mengucapkan kata-kata itu, robot yang berbentuk seperti kecebong raksasa di mana kepalanya berbentuk oval dan bagian bawahnya seperti ekor,  melontarkan tembakan ke arah gerombolan Zod. Beberapa anak buah Zod tersungkur ke tanah

Jor-El memanfaatkan suasana panik untuk melepaskan diri dari pegangan pasukan Zod yang jumlahnya puluhan orang. Dengan menggunakan pukulan, tendangan dan pitingan ia berhasil menjatuhkan beberapa anak buah Zod.

Jor-El lewat robot yang bisa berfungsi sebagai alat telekomunikasi itu, menghubungi istrinya Lara.

“Helix, tolong hubungi Lara, aku ingin bicara,” perintah Jor-El.

“Jor-El, awas di belakangmu!”, kata Helix memperingatkan.

Jor-El secara reflek menoleh ke belakang sambil menembak. Dan seorang anak buah Zod tersungkur.

Sambil bergegas keluar dari ruangan dewan planet, yang diikuti Helix, Jor-El  berpesan pada  Lara yang gambarnya muncul pada bagian kepala Helix, yang bisa berubah menjadi layar gambar tiga dimensi.  “Lara siapkan peluncuran. Aku akan menemuimu segera,” kata Jor-El.

Dari atas bukit Jor-El melihat adanya ledakan-ledakan kecil di bawah  sebagai tanda Planet Krypton tidak stabil lagi. Lalu juga muncul bola-bola api dan sinar-sinar putih di angkasa yang berasal dari tembakan pesawat. Tampaknya sedang terjadi saling serang antara pesawat tempur  pasukan pemberontak pimpinan Zod dan penguasa sah Planet Krypton.

Jor-El memanggil burung tunggangan yang biasa ia tumpangi bila ia akan berpergian, “H’raka!” Tak lama kemudian burung raksasa yang dipanggil H’raka pun datang. Jor-El naik ke atas burung itu dan pergi menuju sebuah perbukitan tempat ruang penciptaan berada. 

“Kau menemukan codex-nya?” tanya Jor-El pada Helix saat dalam perjalanan di angkasa.

Ada di bawah sana. Di ruangan penciptaan. Tapi saya ingatkan memasuki ruang penciptaan adalah pelanggaran berat,” tegas Helix.

“Tidak ada yang peduli soal itu, Helix. Planet ini akan segera hancur,” kata Jor-El.

Jor-El akhirnya sampai pada bukit yang menjadi lokasi ruang penciptaan. Dari atas ia melihat sebuah danau yang airnya berwarna hijau. Ya, ruang penciptaan yang menjadi tujuan kunjungan Jor-El ada di situ. Di dalam danau itulah, menurut petunjuk Helix, terdapat codex yang ia cari. Ia terjun ke danau dari punggung H’raka.

Ia menyelam ke dalam danau itu. Di dasar danau ada lorong yang menuju perairan yang lebih dalam lagi. Jor-El menyelam sambil menuruni lorong itu lalu memasuki perairan di bawah perairan. Di sini ia menjumpai tanaman-tanaman kehidupan yang mirip dengan tanaman laut. Beberapa tanaman ini telah berbuah janin manusia yang terbungkus dalam bola-bola yang menyerupai gelembung udara. Jor-El melihat beberapa petugas rumah penciptaan sedang mengambil janin-janin ini.

Setelah memeriksa cukup lama akhirnya Jor-El menemukan codex itu disela-sela tanaman kehidupan. Ia mengambil benda itu lalu mengamati bentuknya yang seperti  tengkorak berwarna hitam dan di beberapa bagian ada bintik-bintik berwarna keemasan. Ia membawanya ke permukaan air. Ketika kepalanya sudah di atas air ia memandangi codex itu. Benda  itu memancarkan sinar merah yang menimpa mukanya.

Tapi kemudian muncul pasukan Zod yang mengendarai beberapa pesawat kecil. Dari dalam salah satu pesawat itu keluar perintah, “Jor-El, atas perintah Jenderal Zod serahkan codexnya!”

Jor-El bergegas lari untuk meloloskan diri. Tapi saat berada di tepi tebing yang tinggi, ia tertembak pesawat pasukan Zod dan terjatuh ke jurang yang sangat dalam. Tapi saat tubuhnya meluncur ke bawah, H’raka menyambarnya dan kemudian membawanya pergi menjauhi kejaran pasukan Zod.

Jor-El berhasil mendarat di kediamannya dengan H’raka yang kecapaian dan langsung tersungkur di tanah. Di sana sudah menanti istrinya, Lara. Jor-El segera menaruh codex ke dalam pesawat yang akan membawa Kal-El.

“Kau sudah menemukan dunia yang akan kita jadikan pendarataan Kal-El?” tanya Jor-El pada Helix yang ditugasi mencari dunia baru untuk putra Jor-El.

“Kami sudah menemukan. Kami menemukan bintang kuning, seperti yang anda minta,” jawab Helix sambil memproyeksikan planet bumi di udara.

“Bintang yang masih muda. Sel-sel tubuhnya akan menyerap radiasinya,” ujar Jor-El setelah melihat gambar bumi itu di udara.

Helix menyahut,”Kelihatannya penduduk planet itu pintar. Tapi peradabannya masih jauh di bawah kita. Dia akan terasingkan. Jadi orang asing.”

“Mereka akan membunuhnya. Bukankah begitu?” sela Lara cemas sambil menggendong bayinya.

“Tidak. Dia akan menjadi dewa bagi mereka. Dalam banyak hal kelak Superman lebih unggul dari mereka. Karena radiasi bumi yang diserap tubuhnya akan menjadikan dirinya sangat kuat melebihi siapapun di tempatnya yang baru,” jawab Jor-El optimis.

“Bagaimana kalau ia tak sampai ke sana. Dia akan mati di luar sana. Sendirian. Aku tak bisa melepaskannya,” kata Lara masih cemas.

“Kita optimis saja, ketika pesawat yang membawa Kal-El mendarat di bumi akan ada manusia bumi yang tertarik merawat anak kita. Sebagian besar manusia sangat suka akan anak-anak. Mereka tidak akan tega melihat seorang bayi berada sendirian di pesawat dan membiarkannya mati. Bagaimana Helix dengan analisamu?” tanya Jor-El.

“Aku juga berpendapat seperti itu. Kita arahkan pesawat itu jatuh tak jauh dari rumah penduduk di kawasan pedesaan,  agar Kal-El tak terlalu lama berada di dalam pesawat. Ia bisa mati kelaparan,” ujar Helix.

“Kupikir sekarang juga kita harus melepaskannya, Lara….berikan bayi itu padaku,” ujar Kal-El.

Lara menolak menyerahkan bayi itu saat itu juga kepada suaminya. “Sekarang aku ingin bersamanya.”

“Krypton akan hancur. Inilah satu-satunya harapan ras kita,” kata Jor-El meminta istrinya untuk tetap mengikut rencananya mengirim Kal-El ke bumi.

Jor-El mengalihkan pandangan ke Helix dan bertanya, “Ada apa Helix?”,  ketika ia mendengar robotnya itu mengeluarkan suara peringatan.

“Militer sedang menuju kemari. Kusarankan segera melakukan peluncuran,” jawab Helix.

“Aku akan mengunggah codexnya,” ujar Jor-El, “Serahkan bayi itu kepadaku. Aku akan segera meletakkan bayi itu di pembaringan di bawah pesawat.” Pinta Jor-El.

“Tunggu dulu,” ujar Lara.

“Lara,” kata Jor-El khawatir istrinya itu bakal menghalangi peluncuran.

“Biarkan aku memandanginya dulu. Kita tak akan melihatnya berjalan. Kita tak akan mendengarnya menyebut nama kita,” ujar Lara sambil menangis.

Lalu Jor-El membiarkan sejenak istrinya memandangi bayinya. Setelah beberapa menit ia mengambil bayi itu dari pelukan Lara. Kali ini Lara tak menolak. Jor-El mendekatkan bayi yang ada di tangannya itu untuk dicium Lara untuk terakhir kalinya. Lalu ia sendiri memberikan ciuman terakhirnya.

“Pandanglah bintang. Dia akan melihatmu,” hibur Jor-El pada Lara sambil membawa bayi Kal-El, ke atas pembaringan bayi di bawah pesawat.

Sejenak mereka membelai-belai Kal-El. Lara berpesan kepada bayinya, “Nak jadilah kamu penerang jalan di planet barumu.”

Jor-El mendatangi mesin untuk mengunggah codex dan kemudian mentransfer isinya ke dalam tubuh bayinya. Ia meletakkan kunci komando, lalu memencet sebuah tombol, maka keluarlah sinar putih dari atas pesawat yang mengena pada tubuh bayi Kal-El. Bersamaan dengan itu keluar sinar dari kedua tiang tempat pembaringan bayi  dengan arah ke atas dan  bertemu dengan sinar putih dari pesawat dengan bentuk segitiga. Saat itulah berlangsung proses mentransfer gen miliaran manusia Krypton ke bayi Kal-El. Setelah beberapa detik proses transfer itu selesai.

Lalu pada panel yang terdapat pada pembaringan bayi, Jor-El mamasukkan kunci komando. Ia kemudian menekan tombol untuk menaikan bayi ke pesawat yang ada di atasnya.  Namun sebelum pemrograman peluncuran pesawat yang membawa bayi Kal-El selesai, datanglah gerombolan jendral Zod ke bangunan tempat tinggal mereka yang terletak di atas bukit.

Bersambung ke Bagian IIIl

0 komentar:

Posting Komentar