Bantuan dari Penjara

Seorang Pemuda ditangkap polisi karena difitnah jadi anggota ISIS. Ia sedih karena tak bisa bantu ayahnya yang sudah renta untuk menanami kebunnya


Seorang lelaki tua hidup bersama istri tercinta di sebuah daerah di kawasan pegunungan. Ia ingin menanam wortel, tapi tenaganya sudah tak kuat lagi untuk menggali tanah kebunnya. Hanya anak laki-lakinya yang bisa membantunya. Tapi kini ia ada dalam penjara karena dituduh terlibat aktivitas ISIS.

Tentu tuduhan itu sangat mengejutkannya. Ia yakin polisi salah tangkap. Ia tahu anaknya taat sekali beribadah Tapi ia bukan jenis penganut agama yang ekstrim. Ia baik sekali pribadinya dan tidak mungkin terlibat gerakan jahat semacam itu. Dia yakin anaknya hanya kena fitnah saja. 

Pada suatu siang, Orangtua itu menulis surat kepada anaknya yang ada dalam penjara dan menyebutkan kesulitan yang ia alami:
Anakku, Saya merasa sangat sedih karena tampaknya aku tidak bisa menanami kebun kita tahun ini. Saya menyesal sekali tidak bisa bertanam karena ibumu selalu menantikan datangnya masa tanam. Saya terlalu tua untuk bisa menggali tanah kebun sendirian. Apabila kau di sini, semua kesulitan itu tak akan muncul. Aku tahu engkau akan mencangkuli kebun kita bila kau tidak ada dalam penjara.
Wassalam,
Ayah

Tak lama kemudian, orang tua itu menerima surat balasan: "Demi Tuhan, ayah, jangan menggali kebun kita! Di situ saya menyimpan senjata-senjata itu!"

Karena tahanan teroris itu masuk kategori sangat berbahaya polisi selalu memata-matai mereka. Diam-diam mereka memeriksa surat yang dikirim anak petani itu dengan membuka amplop  dan membaca isi surat balasan itu. Tepat pada pukul 4 subuh pagi berikutnya, satu lusin polisi dan tentara diturunkan untuk mendatangi dan menggali kebun milik petani tua itu tanpa menemukan senjata.

Dengan diliputi kebingungan dan rasa khawatir, laki-laki tua itu menulis surat lagi. Ia menceritakan kepada anaknya apa yang telah terjadi, dan bertanya kepadanya apa yang akan dilakukannya selanjutnya.

Jawaban anak itu adalah: ‘Datanglah ke kebun dan tanami. Ayah, itulah hal terbaik yang bisa saya lakukan untukmu, dari sini.’ 

Sang Ayah baru menyadari kalau anaknya membuat trik agar polisi datang ke rumahnya untuk membantu membajak kebunnya.


0 komentar:

Posting Komentar