Bayangan Manusia Berkepala Anjing

Tiba-tiba, bosnya, Iwan,  mengajaknya pergi ke kawasan Malang. Iin ragu-ragu mau ikut atau menolak. Sebab ia tak tahu tujuan bosnya datang ke sana. "Jangan-jangan bos ngajak ke sana mau ngajak ....." pikir Iin. 


Tapi ia tak berani terus berspekulasi. Karena itu ia memberanikan diri untuk bertanya. "Ada apa bos kok ngajak pergi ke Malang?", tanya Iin dengan harap-harap cemas.

"Ini soal hidup matinya usahaku, In," jawab Iwan.

"Kok bisa begitu Pak?" tanya Iin.

"Kau tahu usahaku akhir-akhir sepi. Pembeli terus berkurang dan pendapatanku terus merosot. Kamu tahu sendiri, kan. Yang menjaga konter HP-ku, kan kamu."

"Apa kaitannya dengan pergi ke Malang?" tanya Iin masih kebingungan.

"Aku mau ajak kau ke Gunung Kawi untuk mencari pesugihan di sana," ujar Iwan.

Iin langsung ketakutan. Baginya mencari pesugihan di Gunung Kawi itu sangat menakutkan. Baik karena itu perbuatan syirik yang menimbulkan dosa besar ataupun karena adanya tumbal.

"Bukankah itu perbuatan syirik, yang dilarang Agama, Pak?" tanya Iin dengan perasaan cemas.

"Tapi aku nggak mau perusahaanku bangkrut. Sebab itu akan membuat harga diriku jatuh di hadapan keluarga dan juga para kolegaku. Belum lagi bagaimana aku harus menghidupi keluargaku? Aku siap menempuh resiko apapun agar usahaku tidak mati," ucap Iwan bersungguh-sungguh.

"Apa benar-benar sudah nggak bisa diperbaiki Pak atau mungkin bisa ganti usaha?" ujar Iin berusaha mencegah tindakan nekad bosnya itu.

"Apa yang ada di konter HP-ku ini adalah sisa-sisa modalku. Kalau konter ini tetap seperti ini maka ludeslah modalku dan habislah aku," ujar Iwan dengan ekspresi tegang.

Iin terhenyak. Memang sebagai penjaga konter HP Pak Iwan, ia tahu persis kondisi toko Pak Iwan. Setiap hari yang beli hanya satu dua. Jelas penjualan seperti itu sangat tidak mencukupi untuk beaya operasional yang sangat tinggi. Ia pun merasa ketir-ketir dengan kondisi usaha bosnya itu. Ia khawatir cepat atau lambat toko Pak Iwan akan tutup dan ia akan menganggur. Padahal dapatnya pekerjaan di Pak Iwan itu setengah mati. Ia butuh satu tahun untuk mendapatkan pekerjaan.

Tubuh Iin agak bergetar. Baginya pilihan yang ditempuh Pak Iwan benar-benar membuatnya takut. Ia kini dihadapkan pada dilema konter HP tempat bekerjanya mati atau ia melihat Pak Iwan bersekutu dengan syetan yang itu artinya membahayakan dirinya sendiri. Ia khawatir suatu saat ia akan dijadikan tumbal.

Tapi ia menurut saja ketika Pak Iwan menyuruhnya menutup konter sebelum waktunya dan mengajaknya pergi. Ia sama sekali tak punya keberanian menolak. Maka dengan mobil Avanza warna perak, Pak Iwan membawanya ke Gunung Kawi.

Saat tiba di salah satu sisi lereng gunung yang dikeramatkan itu pada sore hari, di sana sudah digelar tumpeng dan sesajen untuk ritual selamatan para pencari pesugihan. Di situ sudah banyak tamu yang hadir, yang kebanyakan juga para pencari pesugihan. Mereka melakukan sejumlah ritual sebelum selamatan.

Begitu sampai di makam itu, Pak Iwan terlihat diajak masuk ke dalam sebuah bangunan sederhana oleh seorang juru kunci makam yang akan ditempati untuk ritual. Iin diminta untuk menunggu di luar sehingga ia tak tahu apa yang mereka bicarakan di dalam.

Setelah keluar Pak Iwan terlihat meletakkan sesajen dan membakar dupa yang didapatnya dari juru kunci di depan makam. Ia lalu tampak bersemedi. Iin berdiri agak jauh dan hanya melihat-lihat ke sekitarnya saja. Usai bersemedi bersama tamu-tamu lainnya, Pak Iwan mengikuti selamatan. Setelah selesai pembacaan doa-doa, para perserta harus menghabiskan makanan. Iin menolak untuk ikut makan karena takut makanan itu tidak barokah.

Selesai mengikuti ritual itu sekitar pukul 19.00, Pak Iwan langsung mengajaknya kembali ke Surabaya. "Besok kamu bekerja seperti biasanya. Aku ingin segera buktikan apakah ritual pesugihan itu ada hasilnya," kata Pak Iwan tersenyum.

"Pak mbok saya dikasih istirahat sehari. Kan saya cukup lelah mengikuti perjalanan Pak Iwan," pinta Iin.

"Oh liburnya aku kasih lain waktu saja ya. Aku benar-benar ingin segera mengetahui hasil ritual itu, nggak bisa ditunda. Sebab aku sudah keluarkan uang puluhan juta untuk ritual ini," kata Pak Iwan.

"Maaf, Pak, apakah pesugihan ini akan meminta tumbal?" tanya Iin.

Ditanya seperti itu Pak Iwan kaget. Tapi ia segera menjawab, "Jangan khawatir tak ada tumbal dalam pesugihan ini. Yang pakai tumbal itu yang pakai bertapa berhari-hari," jawab Pak Iwan.

Iin tak percaya dengan penjelasan bosnya. Ia sering dengar apapun yang disebut pesugihan itu pasti butuh tumbal. Apakah itu salah seorang anggota keluarga yang meninggal atau cacat dan sebagainya. Ia ngeri memikirkannya. Apalagi perjalanan dengan Pak Iwan itu berlangsung pada malam hari.

Dan yang membuatnya jantungnya serasa copot tiba-tiba saja kepala Pak Iwan berubah menjadi anjing. Walau cuma terjadi beberapa detik saja itu sangat membuat dirinya ketakutan.

Seperti biasanya sekitar pukul 10.00 siang, Iin sudah tiba di depan konter HP Pak Iwan di lantai 3 sebuah plaza. Ia membuka pintu, membersihkan ruangan kemudian duduk manis di kursi menunggu para pembeli.

Lagi-lagi ia merasa nelangsa. Sampai pukul 15.00 siang yang membeli HP hanya satu dua. Tapi ia benar-benar terkejut ketika pada pukul 15.30 membuka laci tempat menyimpan uang, di sana sudah terdapat tumpukan uang puluhan juta rupiah. Padahal HP Pak Iwan hanya laku tak lebih dari Rp 3 juta saja. Iin hanya bisa geleng-geleng kepala dengan perasaan takut.

Iin bertekad akan segera berhenti menjadi penjaga konternya Pak Iwan karena ia takut sekali suatu saat ia akan jadi tumbal. Tapi ia ingin bertahan selama seminggu untuk membuktikan keampuhan ritual pesugihan. Dan ternyata apa yang terjadi pada hari pertama berulang pada hari-hari selanjutnya.

Beberapa tahun setelah keluar dari tempat kerjanya itu, ia mendengar Pak Iwan sudah kaya raya. Mantan bosnya kini memiliki konter HP dimana-mana. Tapi ia mendengar ada seorang pekerja Pak Iwan yang meninggal karena kecelakaan. 

Dalam hatinya Iin bersyukur ia sudah berhenti kerja di konternya Pak Iwan. Dan ia bersyukur pula ada familinya yang telah memberinya pekerjaan menjahit di perusahaan konveksi.




16 komentar:

sinta mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog. 20 April 2016 06.28
Dukun Pesugihan mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog. 29 April 2016 07.20
pak slemett mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog. 2 Mei 2016 15.24
aswandi mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog. 6 Mei 2016 20.07
Dukun Pesugihan mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog. 10 Mei 2016 06.43
Dukun Pesugihan mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog. 10 Mei 2016 06.45
Dukun Pesugihan mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog. 15 Mei 2016 04.18
Dukun Pesugihan mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog. 21 Mei 2016 04.34
Dukun Pesugihan mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog. 27 Mei 2016 05.36
Dukun Pesugihan mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog. 4 Juni 2016 06.25
IBU WINDA DI GARUT mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog. 28 Juni 2016 05.55
Solusi cepat kaya mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog. 21 November 2016 04.21
Yuni S mengatakan...

Okay


Sewa Mobil Di Bali


Sewa Mobil Di Bali

Sewa Mobil Di Bali

29 Desember 2016 05.54
JAVA NEWS mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog. 21 Maret 2017 15.09
sri wulandari mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog. 28 Mei 2017 08.14
silviana sahabuddin mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog. 6 Juni 2017 02.06

Posting Komentar