Wo, Wanita Dropout Kuliah Doktor di Cambridge Demi Dipoligami Pengusaha Muslim

Nabilah Phillips keluar dari kuliah program doktor Cambridge demi menikah dengan Hasan Phillips, 32 tahun. Ia menjadi salah satu dari tiga wanita yang menikah dengan pengusaha muslim dan pekerja lembaga amal itu.
Sebagai wanita yang belajar bidang teknik di salah satu universtas terkemuka dunia, Nabilah sepertinya bukan tipe wanita yang suka dipoligami. Tapi kenyataannya Nabilah memilih keluar dari studinya untuk menjadi istri ketiga.

Nabilah, 35 tahun, berada di antara ribuan wanita muslim yang memasuki hubungan demikian di Inggris. Pernikahan poligami merupakan suatu yang ilegal di Inggris tapi diizinkan di bawah hukum Syariah, yang mengizinkan para pria untuk memiliki empat istri.

Sebuah dokumen baru menunjukkan, jumlah  pria dengan banyak istri, terlihat meningkat di wilayah-wilayah Inggris. Jumlahnya diperkirakan mencapai 20.000. Biro Jodoh, Muslim Marriage Event, dianggap bertanggungjawab untuk menciptakan angka itu

Hasan Phillips dan tiga istrinya Nabilah 35,
Sakinah 33, dan Anub 41. Dailymail
Pernikahan dengan Philip terjadi setelah  Nabilah, yang berasal dari Malaysia bercerai dengan suami pertamanya. Usai bercerai ia mendaftar ke biro jodoh yang secara khusus mencari seorang pria yang sudah menikah.

Ia mengatakan pada pada petugas biro jodoh itu: “Saya mencari seseorang yang menikah atau sudah pernah menikah.

Ia melanjutkan kata-katanya, “Saya sudah menikah sebelumnya dan bercerai, engkau  sudah tahu apa yang diinginkan seseorang dalam pernikahan, karena itu aku menginginkan seseorang yang sudah paham bagaimana menjadi seorang suami. Saya sungguh menikmati hubungan poligami. Tidakkah orang dapat melihat manfaatnya yang lebih besar, kami bukan orang bodoh yang dipaksa masuk dalam hubungan sepeti ini.”

Melalui Biro Jodoh itulah ia bertemu dengan Mr Phillips. Pria itu juga pernah menceraikan seorang pekerja kota, Sakinah, 33 tahun tapi menikahinya lagi. Wanita ini seperti halnya Nabila memutuskan meninggalkan studinya untuk menjadi istri kedua.

Kadang-kadang para istri itu bertemu, ketika Mr Phillips, yang juga bekerja pada lembaga dakwah, mengorganisir acar-acara keluarga. Nabilah mengakui kecemburuan selalu membayanginya. Tapi ia biasanya menyalahkan suaminya.

Ia berkata: “Saya bukan tipe orang pencemburu, apabila saya cemburu itu karena kesalahannya. Masalah yang timbul di antara para istri biasanya kesalahannya. Karena ia terlalu memuji salah seorang istrinya dengan berkata: ‘Mengapa engkau tidak seperti dia, ia itu begini atau begitu’. Apabila ia tidak berkata seperti itu, kami semua akan bahagia.”

Nabilah memiliki dua anak bersama Mr Phillips sehingga total anak suaminya berjumlah enam orang. Ia sekarang membantu menjalankan bisnis ekspor-impornya tapi dengan meninggalkan karir akademisnya. Itu bukan satu-satunya perubahan setelah menikah. Ia juga mulai mengenakan jilbab yang hanya menyisakan ruang terbuka untuk kedua matanya.

Ia mengatakan kepada The Radio Times: “Saya ingin mengenakan jilbab sebelum saya menikah. Dengan menikahi Hasan memberiku peluang untuk mengenakan jilbab dan sekarang itu sudah aku lakukan.”

Mr Phillips sendiri awalnya penganut Kristen yang berpindah agama Islam pada usia 16 tahun. Sebelum dengan Nabilah ia menikah dengan wanita kelahiran Somalia, Anub, 41 tahun. Wanita ini sebelumnya juga tidak mengenakan jilbab hingga suaminya memintanya

Ia tidak mengundang dua istrinya ketika mengadakan pesta pernikahan dengan Nabila di masjid local. Ia mengatakan: ‘Saya berpikir itu bukanlah hal yang benar untuk mengundang mereka. Bahkan walaupun mereka menerima poligami, anda tidak ingin benar-benar mempermalukan mereka dengan menunjukkan, “Lihat, Saya sedang menikah”, dan mengharapkan mereka bahagia dan ikut pesta.

Bagi beberapa wanita terlibat dalam hubungan poligami akan menghadapi sejumlah problem. Karena poligami di Inggris illegal, hubungan itu tidak secara resmi diakui dan mereka tidak memiliki hak yang sama seperti istri normal, khususnya ketika mereka bercerai.

Masing-masing istri Philip tinggal di tempat yang terpisah di London. Mr Phillips membagi kunjungan dengan waktu yang sama. Setiap istri mendapatkan waktu kunjungan selama tiga malam.

Ada klaim lebih dari 50,000 klien yang mendaftar di Muslim Marriage Event, yang memfasilitasi pernikahan poligami. Popularitas agen jodoh ini didorong karena banyaknya wanita yang kesulitan mendapatkan suami. Sementara wanita dalam pernikahan poligami mencari rasa ‘aman’, pria memiliki motif yang lain lagi.

Pria lebih condong melakukan poligami. Bahkan walaupun ada yang memiliki motif menolong sebagian besar, mungkin 80 persen, melakukan poligami karena dorongan seks.


Tidak semua laki-laki berpoligami kaya seperti Philip. Mohammed, 43 rahun, yang memiliki tiga istri menganggur setelah dua tahun kehilangan pekerjaannya di restoran. (dailymail)

0 komentar:

Posting Komentar