Persaingan Antar Istri-Istri Raja dalam Kisah Jodha Akbar

Cerita tentang keluarga kerajaan selalu menarik karena intrik-intrik dan persaingan yang terjadi antara istri-istri raja. Begitu juga dalam kisah Jodha Akbar yang sebagian besar alur ceritanya diisi persaingan antara istri tua Raja Mughal India, Jalaluddin Muhammad:  Ratu Rukhayah dan istri mudanya Jodha Akbar.


Kisah ini menjadi seru karena dibumbui kehadiran ibu angkat raja, Maham Angga yang jahat dan percobaan-percobaan kudeta yang dilakukan keluarga istana seperti suami adiknya dan anak ibu angkatnya. Maham Angga sangat membenci Ratu Jodha Akbar karena dua alasan: dia bukan asli orang Mughal yang beragama Islam melainkan orang Rajput yang beragama Hindu. Sebelumnya bangsa Rajput dan Mughal adalah musuh bebuyutan. Karena takut mendapatkan serangan dari Mughal Raja Bangsa Rajput, Balmar mengawinkan anaknya Jodha Akbar dengan raja Mughal, Jalaluddin Muhammad.

Walau Raja Mughal sangat mencintai dirinya, tapi Jodha Akbar yang merasa terhina karena dikawinkan dengan raja yang menjadi musuh bangsanya selalu menjaga jarak dengan sang suami. Bahkan ia tidak mau tidur satu ranjang dengannya. Bukti kalau raja sangat mencintainya adalah dia tetap diizinkan menjadi orang Hindu dan melakukan peribadatan di istana. Kehadiran Ratu Jodha bahkan membuat Raja Mughal semakin toleran dalam hal menghadapi perbedaan antar agama.

Maham Angga yang jahat terus menghasut Ratu Rukhayah agar membenci Ratu Jodha. Hal itu membuat Ratu Rukhayah menjadi jahat seperti halnya Maham Angga. Akibat konspirasi antara keduanya sempat membuat raja termakan dan mengusir Ratu Jodha dari istana. Raja termakan opini yang digulirkan Maham Angga seolah-olah Jodha telah berselingkuh dengan pria lain. Apalagi Jodha saat itu masih selalu menjaga jarak dengan Raja.

Raja begitu percaya pada Maham Angga karena dialah yang menyelamatkannya dalam perang yang menjatuhkan kekuasaan ayahnya, Raja Humayun dan kemudian membimbingnya menjadi raja meneruskan kekuasaan ayahnya. Karena jasanya itu dia sangat menghormati dan menganggap Maham Angga sebagai ibunya sendiri. Dan sebagai perwujudan terimakasihnya, ia mengangkat wanita itu sebagai Perdana Menteri.

Tapi karena ambisi Maham Angga akan kekuasaan dan sifat jahatnya, ia ingin Istana selalu tunduk kepadanya. Ia ingin Raja selalu mengikuti arahan-arahannya. Siapa saja yang menghalanginya akan ia hancurkan, termasuk Ratu Jodha yang dianggapnya sebagai ancaman. Kejahatan yang tak pernah terungkap oleh raja adalah ia meracuni Rukhayah hingga ia keguguran dan selamanya tak bisa punya anak. Ia bertekad terus melakukan hal serupa agar Jalaluddin Muhammad tidak memiliki pewaris kerajaan karena ia punya rencana menjadikan anak kandungnya, Adam Khan menjadi raja. 

Namun saat raja tahu Jodha akbar difitnah oleh Maham Angga ia tak mau lagi mengakui wanita itu sebagai ibunya. Wanita itu tetap boleh menyandang jabatan sebagai Perdana Menteri, tapi tanpa kekuasaan apapun dan tidak boleh ikut memberikan pendapat dalam rapat-rapat istana dan keluarga.

Setelah melihat kebaikan demi kebaikan sang raja, Jodha Akbar melunak. Ia akhirnya mau benar-benar menjadi istri raja yang sesungguhnya, berikap mesra dan tidur seranjang dengannya. Selanjutnya diceritakan Raja lebih mencintai Jodha Akbar daripada Ratu Rukhayah, teman sepermainan masa kecilnya. Itu karena Jodha sangat pintar dalam banyak hal: pandai masak, menggunakan senjata panah dan pedang, pengobatan, main catur dan dalam hal memberikan pertimbangan banyak masalah sosial yang terjadi di kerajaan. Ratu Jodhalah yang membebaskan Kerajaan Mughal dari perbudaan dan melarang perkawinan antara orang dewasa dengan anak-anak yang masih di bawah umur.

Ratu Jodha juga baik terhadap siapa saja, termasuk pada para pelayan. Dia menjadi kesayangan istri-utama raja, Ratu Salimah dan ibu kandung raja, Ratu Hamidah. Merekalah yang selalu membentengi Jodha akbar dari intrik-intrik yang diilancarkan Maham Angga maupun Ratu Rukhayah.

Tapi Jodha Akbar juga naif. Ia begitu mudah memaafkan orang yang telah membuat kejahatan besar seperti melakukan pemberontakan. Ia juga selalu memaafkan Ratu Rukhayah walaupun istri tua raja ini terus melakukan kejahatan terhadap dirinya. Bahkan ia rela anaknya, Pangeran Salim, sejak lahir diasuh bersama dengan Ratu Rukhayah. Ini menjadi bumerang baginya. Ratu Rukhayah berusaha mempengaruhi anak itu untuk membenci Raja dan Jodha Akbar, orangtua kandungnya sendiri. Ia juga mengajari anak itu menghisap mariyuana hingga kecanduan.

Akibatnya Pangeran Salim jadi membenci kedua orangtua kandungnya dan menjadi nakal sekali. Raja Mughal yang tak kuasa mengatasi kenakalannya, akhirnya meminta salah seorang panglima tentara kerajaan membawa anak itu ke tempat yang jauh sekali dari istana untuk digembleng menjadi prajurit yang tangguh dan terjun di medan perang. Padahal Pangeran Salim baru berusia 11 tahunan. Karena itulah ketika dewasa kebencian dalam diri Salim terhadap kedua orangtuanya semakin menjadi-jadi 

Anak itu memang menjadi petarung yang sangat hebat. Dia telah banyak memenangkan berbagai peperangan dan menaklukkan banyak kerajaan. Mendengar hal itu, raja memanggilnya pulang dan ingin mewariskan kekuasaannya. Tapi sang anak yang telah tumbuh menjadi seoarng pemuda itu menolak karena alasan belum siap. Dan yang mengecewakan kedua orangtuanya adalah anak itu tetap membenci mereka dan kedapatan kecanduan mariyuana.

Bagaimanakah perjalanan selanjutnya dari anak raja itu. Mampukan dia mewarisi kejayaan Kerajaan Mughal seperti ayahnya? Menurut cerita, jawabannya ya.


0 komentar:

Posting Komentar