Epsun dan Bahar, Bawang Merah- Bawang Putih Versi Turki



Kedatangan Jusuf Ekir untuk mengambil cucunya, Bahar, berakhir dengan tragedi. Ketika Jusuf sampai di rumah Ilyas, orang yang ia titipi cucunya, terjadi pertengkaran dengan Nuran, ibu Bahar- Epsun. Tanpa disengaja, Nuran mendorong Jusuf Ekir hingga jatuh dan kepalanya membentur lantai.


Nuran dan suaminya, Ilyas khawatir, kalau-kalau Jusuf meninggal. Mereka khawatir dituduh sebagai pembunuhnya dan dipenjara dalam waktu yang lama. Maka tanpa memastikan lebih dulu apakah pria tua itu sudah meninggal atau belum, Nuran memaksa suaminya untuk mengubur Yusuf di pekarang rumah. Sebagai suami yang lemah, Yusuf mengikuti apa maunya istrinya.

Di saat merasa tertekan dengan insiden itu, tiba-tiba muncul ide jahat di benak Nuran.
Setelah tahu Bahar, anak pengusaha kaya raya, Nuran berencana membuat muslihat akan, menyodorkan anak kandungnya, Epsun, sebagai Bahar. Ini karena orangtua Bahar, Mehmed Emir Atahan ternyata pengusaha kaya raya. Ia ingin, Epsun menjadi anak kandung Mehmed Emir agar kelak bisa hidup bahagia dan menjadi pewarisnya. Ia tidak peduli bila anak Mehmed Emir yang sebenarnya, Bahar, tetap sengsara dan miskin.
           
Epsun yang memergoki orangtuanya sedang menguburkan Yusuf jadi ketakutan. Tapi ketika Nuran menjelaskan rencananya, Epsun malah membantu penguburan itu dan berusaha menghilangkan jejaknya. Bahar tak mengetahui semua itu, karena ia pulang agak larut malam, setelah penguburan itu selesai.

Dari sinilah kemudian muslihat demi muslihat dilakukan ibu-anak, Nuran-Epsun, untuk menutupi bahwa Baharlah sebenarnya anak Emir-Atahan. Bahkan dua kali Epsun menyuap oknum di rumah sakit, agar hasil tes DNA, menunjukkan bahwa dia benar anak Mehmed Amir.

Tapi hal itu justru membuat keluarga Nuran-Ilyas jadi kacau balau. Epsun yang sejak awal memang sudah nakal dan bersikap semau gue, ketika benar-benar hidup di tengah keluarga Mehmed Emir, menjadi kian sombong dan suka menekan adiknya Bahar. Bahkan Epsun tak segan-sega merebut pria-pria yang menjadi kekasih Bahar, termasuk Ates. Pertengkaran demi pertengkaran pun terus terjadi antara kakak-beradik itu.

Di sinilah kemudian Bahar yang dikenal dengan sifatnya yang baik hati dan pekerja keras, merasakan keanehan sikap ibunya, Nuran. Ia disebut sebagai anak kandung, tapi kenyataannya ia diperlakukan oleh Nuran seperti anak pungut. Nuran terus berpihak pada Epsun dan berusaha menekan Bahar. Sebaliknya Ilyas, membela mati-matian Bahar, meski dia tahu dia bukanlah anak kandungnya.

Tapi Epsun kemudian merasakan tekanan yang sangat berat dan hidupnya tidak bahagia. Adik Mehmed Amir, Hulya sangat tidak suka dengan kehadirannya. Hulya terus melakukan manuver agar Epsun bisa keluar dari rumah Mehmed Emir.

Epsun pun menghadapi masalah pemerasan dari pembantu Mehmed Emir, Beysha, yang mengetahui rahasia bahwa Baharlah sebenarnya anak kandung Emir Mehmed setelah tanpa sengaja mendengar bisik-bisik antara Nuran dan Epsun. Epsun dan ibunya kesal karena si pembantu ini terus-terusan meminta uang dalam jumlah besar, termasuk juga minta dibelikan rumah mewah.

Bahar hidupnya juga jadi berantakan. Hubungannya dengan Ates sering retak gara-gara dikacau oleh Epsun. Bahkan ia sempat membatalkan pertunangannya dengan Ates gara-gara Epsun mengaku tidur dan hamil dengan Ates. Bahar marah besar dan memutuskan keluar dari rumah ketika ia tahu rahasia bahwa orangtuanya telah mengubur jasad Yusuf di pekarangan rumah. Tapi saat itu ia tetap tidak tahu bahwa dialah anak Mehmed Emir yang sebenarnya.

Nuran dan Ilyas juga selalu merasa khawatir karena kini ada yang tahu rahasia Epsun. Apalagi setelah ia tahu Beysha membocorkan rahasia tersebut kepada sopir Mehmed Emir. Dan si sopir juga melakukan pemerasan terhadap Epsun. Sebenarnya sebelumnya satu-satunya yang tahu rahasia itu adalah Yusuf. Dialah yang menculik cucunya sendiri, Bahar, untuk dititipkan pada Ilyas. Dia menculik cucunya sendiri sejak bayi karena tidak suka putrinya berhubungan dengah Mehmed Emir.

Setelah Yusuf meninggal, justru makin lama makin banyak yang tahu tentang rahasia itu, mulai dari tetangga dan teman dekat Nuran, Sakine, lalu kakak Ilyas, Mucela, Salih, Sultan (kakak Nuran). Keluarga Nuran makin berantakan dan terus diwarnai pertengkaran dari hari ke hari hingga Nuran tak kerasan tinggal di rumahnya sendiri dan memutuskan Pergi. dia kahirnya meninggal karena kecelakan.

Kematian Nuran tak menjadikan keluarga Ilyas jadi tentran. Karena kini dalam keluarga itu mausk Sultan, yang meneruskan peranan Nuran, dalam menjalankan tipu muslihat dan melinudngi rahasia Epsun.

Nah apakah kelak permufakatan jahat itu terbongkar? Apakah Mehmed Emir akan tahu bahwa Baharlah sebenarnya anak kandungnya? Bagaimana nasib Epsun kelak? Tentu saja serial Turki ini berakhir happy ending.


1 komentar:

pak.solihin mengatakan...

Terima kasih yang amat dalam kami ucapkan kepada MBAH SELONG yang
telah memberikan kebahagian bagi keluarga kami…berkat Beliau saya
sekarang udah hidup tenang karena orang tuaku udah buka usaha dan
punya modal untuk buka bengkel skrang pun orang tuaku tidak di
kejar-kejar hutang lagi…dan keluarga Kami di berikan Angka
Ritual/Goib Dari mbah yg sangat Jitu 100%dijamin
tembus…hingga keluarga kami sekarang merasa tenang
lagi…terima kasih mbah…Jika Anda ada yg merasa kesulitan
masalah Nomer ToGEL silahkan hbg Aja MBAH SELONG
dinmr hp beliau (081-322-565-355) ATAU KLIK SITUS KAMI
dan saya sudah membuktikan 3kali berturut2 tembus terimah kasih

2 September 2017 07.37

Posting Komentar