Poligami Membawa Bencana



Ini ada kisah tragis yang dialami seorang tukang bakso bernama Kasdi. Awalnya kisah hidupnya penuh kesuksesan dan kebahagiaan karena dikelilingi tujuh istri yang  juga menopang bisnisnya. Namun kemudian segalanya berubah jadi berantakan.


Sejak awal berdagang, baksonya memang sudah laris manis. Selain rasanya enak dan bersih, ia juga menata tempat dagangannya dengan rapi. Berkat usahanya itu kehidupan ekonomi pria drop-outan SMP itu meningkat tajam.  Total omset dagangannya di semua cabang pernah mencapai Rp 200 juta dan keuntungan bersih Rp 20 juta per bulan.

Saat babat alas, ia ditemani istrinya, Riama. Ketika itu ia berdagang di rumah warisan orangtua di kampung. Baru buka saja, ia sudah mencetak omset Rp 100.000/hari dan kemudian berkembang menjadi Rp 500.000 per hari.

Sadar omset tidak bisa dikembangkan lagi karena tempat dagang di rumahnya terlalu kecil, Kasdi berniat buka cabang di tempat lain. Seperti pengusaha lainnya, ia pun adakan survei kecil-kecilan di sejumlah lokasi. Akhirnya ia jatuh hati pada sebuah lokasi di halaman rumah seorang janda muda bernama Ani.

Untuk mendapatkan izin berdagang dari tuan rumah, Kasdi mengutus  Riama untuk membujuk Ani supaya halaman rumah bisa dipakai untuk berjualan bakso. Tak dinyana Riama melamar janda muda itu untuk suaminya. Wanita ini berpikir bila Ani sudah jadi istri kedua suaminya, maka Ani akan memberikan izin suaminya untuk berdagang.

Atas dasar pemikiran ini, Riama menyampaikan maksud suaminya untuk menikahinya. Riama mempromosikan Kasdi sebagai seorang lelaki yang sukses materi, bertanggungjawab terhadap keluarga, lembut terhadap istri, dan sedang terus mengembangkan bisnisnya. 

Riamapun berkata, "Mbak Ani kalau setuju menikah dengan suami saya, saya akan menganggap Mbak Ani seperti adik sendiri. Dan saya berjanji nggak akan memusuhi dan iri pada Mbak Ani. Mbak Ani nanti juga akan dilibatkan dalam bisnis bakso sebagai pengelola."

Karena tertarik dengan tawaran itu dan saat itu tidak memiliki pekerjaan, janda itu pun bersedia menerima lamaran itu. Maka Kasdi dan Anipun menikah. Sesuai dengan perjanjian, tak lama kemudian di halaman depan rumah Ani, Kasdi membuka depot bakso dan istri keduanya itu ditugasi untuk menjaganya. Dan ternyata warung bakso itu berkembang dengan baik.

Strategi Riama ternyata efektif. Tak diragukan lagi usaha kuliner Kasdi menjadi lebih lancar dan ekonomis karena dikelola  istri sendiri. Karena ia tak perlu menyisihkan uang untuk membayar pegawai. Apalagi Ani sudah punya seorang anak perempuan yang bisa membantunya melayani pembeli.

Begitulah setelah cabang pertama sukses Kasdi terus membuka cabang baru dengan mengawini wanita-wanita untuk dijadikan pengelola depot baksonya hingga mencapai enam cabang. Ini artinya istrinya kini jadi tujuh. Keenam cabangnya itu bahkan menempati bangunan tempat usaha, bukan rumah lagi. Semua cabangnya berjalan cukup lancar sehingga Kasdipun jadi cukup kaya.

Tetapi beberapa tahun kemudian, kehidupan keluarga dan bisnisnya mulai digerogoti pertentangan dan pembelotan istri-istrinya. Ini dimulai dari istri mudanya, Tina. Tidak puas karena bagian pendapatannya paling kecil, ia minta Kasdi supaya memberikan modal yang lebih besar, dengan menyewa tempat dagang yang lebih strategis dan mahal. Meski ditentang oleh istri-istrinya yang lain, Kasdi menurutinya. Ia tak ingin Tina kecewa.

Depot bakso yang dikelola Tina itu awalnya lancar dan berkembang dengan baik. Tapi kemudian Tina tergoda oleh seorang pria pengangguran. Saking cintanya Tina dengan pria itu, hasil penjualan baksonya dipakai foya-foya mereka berdua. Depot Tina akhirnya bangkrut dengan beban utang yang cukup besar untuk Kasdi. Mengetahui perselingkuhan itu Kasdi menceraikan Tina.

Warung bakso yang dipegang istrinya yang lain, Sonia, juga alami kebangkrutan. Istrinya itu sering menyerahkan dagangannya pada orang lain karena ia sibuk kencan dengan seorang pria kaya. Akhirnya Sonia menikah dengan pria itu dan dagangannya tutup setelah sebelumnya mengalami kerugian secara terus menerus akibat digerogoti  oleh orang yang ditugaskan Sonia.

Kasus seperti itu terus merembet ke istri-istri lainnya. Bahkan istri pertamanya, karena merasa diperlakukan tidak adil, akhirnya hengkang dari rumah dan menikah dengan pria lain.

Merasa terpukul dengan kehilangan istri dan kios-kios baksonya, kepercayaan diri dan gairah hidup Kasdi jadi drop. Ia pun jadi ogah-ogahan jualan bakso. Ia terus keluyuran setiap malam dan kerjanya hanya mabuk-mabukan hingga sisa-sisa hartanya ludes.

2 komentar:

IBU WINDA DI GARUT mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog. 28 Juni 2016 05.58
Jennifer Kwenda mengatakan...

ayuk guys daftarkan diri anda sekarang juga yah guys sambil bermain game online
jika beruntung puluhan juta bisa kamu raih dalam sekejab loh guys,
bagi kamu yang tidak mengerti atau pun kurang paham langsung saja di add sekarang juga yah guys
-LIVE CHAT : www,gadispkr,net
-BBM D8C893A4
-WHATSAPP +855966624192


KEPUASAN ANDA ADALAH KEBANGGAAN KAMI..!!!
GADISPOKER

gadispoker

25 Juli 2018 16.59

Posting Komentar