Mucikari Cilik



Mungkin karena sudah menjadi suratan takdir, seorang gadis remaja, Elia, kini sedang meringkuk di penjara. Dalam usia yang masih sangat belia, ia sudah terlibat dalam kasus human trafficking (jual beli manusia).


Ia mengawali karirnya sebagai pekerja seksual sejak masih kelas 1 SMP. Ia lalu melangkah lebih jauh lagi dengan menjadi mucikari dengan menjual teman-teman sekolahnya, dan juga kenalan-kenalannya.

Keterlibatan Elia sebagai pekerja seksual berawal dari kesulitan ekonomi yang diderita keluarganya. Ketika duduk di bangku SD ia mulai sadar apa artinya menjadi anak orang miskin. Ia bersama keluarganya tak bisa makan enak dan bergizi, berpakaian layak, dan tinggal di rumah yang nyaman. Ia bahkan tak jarang makan hanya dua kali sehari dengan menu seadanya, pakai baju yang di beberapa bagiannya sudah bolong-bolong dan tinggal di rumah kumuh.

Tak heran bila ia hanya bisa melongo melihat teman-temannya sekolah jajan dan ikut studi tur. Tapi beruntung ia seorang anak yang punya kepribadian cukup supel. Ia tidak pernah minder dan memiliki cukup banyak teman di sekolah. Tentu saja ia tetap memendam keinginan untuk punya pakaian yang bagus, bisa setiap saat makan di kantin sekolah bersama teman-teman, dan ikut berbagai kegiatan sekolah.

Yang lebih berat lagi, sejak kecil kondisi keluarga Elia sudah tidak harmonis. Sewaktu kelas III SD di Lamongan, ayah dan ibunya kerap bertengkar. Suatu ketika seusai pertengkaran hebat, ayahnya meninggalkan rumah dan tak pernah kembali.
Elia sendiri sudah tak ingat lagi bagaimana wajah ayahnya.

Masalah keluarga itu benar-benar mengganggu sekolahnya. Elia yang sejak kelas I sampai kelas III SD selalu peringkat satu, dengan munculnya persoalan keuarga itu, maka saat kelas IV merosot ke peringkat kedua. “Mulai kelas IV sampai kelas VI, kadang saya menjadi juara kelas atau nomor 2 atau tiga. Enggak pastilah karena kepikiran kondisi keluarga,” ucap Elia.

Karena ditinggal sang ayah, ibunya terpaksa mencari nafkah dengan berjualan kue keliling kampung. Walau dengan agak susah payah, akhirnya ibunya mampu menyekolahkan anaknya hingga lulus SD.

Setelah lulus SD, usaha ibunya agak tersendat-sendat. Ia terpaksa dititipkan ibunya ke pantai asuhan. Di panti asuhan itu, Elia hanya bertahan sekitar sebulan. Ia dikeluarkan karena tidak mau mengaji dan sekolah atau mengikuti kegiatan lainnya. “Di sana (panti) saya enggak kerasan,” katanya.

Syukurlah usaha ibunya sudah bangkit lagi walau kehidupan ekonomi keluarganya tetap saja pas-pasan. Elia kemudian disuruh kembali ke rumah dan sekolah lagi. Karena dibeayai sendiri oleh ibunya, Elia jadi semangat sekolah. Dia cukup disegani karena memiliki otak encer. Mulai kelas I sampai pertengahan kelas II, dia selalu masuk peringkat 10 besar di kelasnya. Namun, mulai kelas II, dia sudah mulai kenal bolos sekolah.  Saking seringnya bolos, Elia sering dipanggil ke kantor sekolah untuk diperingatkan.

Meski begitu, gadis berambut panjang itu tidak kapok. Ia malah lebih kerap lagi bolos sekolah, meski hanya untuk jalan-jalan ke Kebun Binatang atau di taman. Lebih parah lagi ia sudah mulai mengenal kencan dengan lawan jenis. Dan itulah yang ia lakukan saat bolos sekolah. Teman kencannya pun beragam, mulai sesama teman sekolah, kenalan atau bahkan sama om-om kaya. Tak heran bila, Elia kemudian dikeluarkan dari sekolah.

Ibunya yang memang tidak berpendidikan dan miskin tidak bisa berbuat apa-apa. Ia tidak memarahi anaknya dan bersikap pasrah. Ia sadar ia tak bisa memberikan hal yang terbaik bagi putrinya. Ia hanya bisa berdoa dan berdoa.

Saat duduk di bangku SMP, jiwa Elia memang makin bergejolak. Keinginannya untuk hidup enak, punya pakaian bagus dan memiliki HP bagus makin menggelegak. Ia sering merasa tertekan karena tidak bisa menikmati semua yang diinginkannya. Di sisi lain ibunya hanya bisa memberikan uang saku seadanya, yang hanya cukup untuk naik angkota sekali jalan saja, sehingga pulangnya ia harus nunut teman. Kalau pas nggak ada yang bisa dinunuti, ia terpaksa jalan kaki. Jangan tanya lagi apakah ia punya uang untuk jajan.

Suatu hari rumahnya kedatangan seorang wanita cantik bernama Tante Sus. Wanita paruh baya itu mengaku sengaja datang ke rumahnya untuk mencari dirinya. Tampaknya Sus sudah lama mengincarnya dan sudah tahu karakter Elia dan kondisi ekonomi keluarganya. Ia datang tidak dengan tangan kosong, melainkan membawa sebuah gaun yang anggun dan HP yang bagus dan mahal.

Seraya menyerahkan hadiah itu, Tante Sus bilang pada ibu Elia bahwa ia akan memberi Elia suatu pekerjaan yang akan membuat keluarganya tidak kekurangan uang. Wanita itu bilang pekerjaan yang akan diberikan pada Elia bukanlah pekerjaan yang berat dan menguras tenaga tapi akan menghasilkan uang yang besar.

Karena pendidikannya yang rendah dan ingin anaknya hidup bahagia, ibu Elia hanya manggut-manggut saja. Apalagi sang tamu sudah menunjukkan kebaikan hatinya dengan memberi hadiah gaun yang indah dan HP yang bagus. Ia yakin Tante Sus bukanlah orang jahat yang akan akan membuat anaknya menderita. Tak heran kalau Sus mengincar Elia. Selain wajahnya cantik, tubuh Elia yang dibalut kulit putih mulus, begitu sintal.

Beberapa hari kemudian, Tante Sus mengajak Elia ke sebuah restoran untuk makan malam.  Di restoran itulah Sus memberikan sedikit gambaran kepada Elia tentang pekerjaan yang akan dijalaninya. "Pekerjaan itu mudah, tidak butuh waktu berjam-jam, dan kamu akan senang. Pekerjaanmu hanyalah menyenangkan orang-orang berduit di tempat tidur," ujar si Mami Susi.

Elia yang memang sudah lama menginginkan kehidupan yang serba berkecukupan, langsung menyetujui bekerja pada Susi. Apalagi ia sudah punya banyak pengalaman dengan pria dan dijanjikan dari setiap kencan ia akan mendapatkan separuh dari uang yang diberikan oleh klien.

Begitu Elia memberikan persetujuannya, saat itu juga Tante Sus memberinya gaun yang indah dan kemudian menelepon seorang pria. Sekitar 30 menit kemudian datanglah seorang pria yang menumpang sebuah mobil keren datang ke restoran menjemput Alia. Pria itu membawanya ke sebuah hotel.

Elia balik kembali ke rumah dengan diantar pria itu dengan wajah ceria. Ya malam itu ia mendapatkan uang Rp 500.000 yang tidak pernah ia bayangkan sebelumnya. Separuh dia berikan pada orangtuanya untuk menambah belanja keluarga, separonya lagi untuk keperluan pribadinya.

Tak pelak lagi ia mulai tergoda untuk terus menjalani pekerjaan barunya itu. Tak heran menjelang tidur ia membayangkan pria yang akan membawanya esok hari dan berapa rupiah lagi yang ia dapatkan. Ia juga membayangkan betapa keluarganya ikut senang karena mereka tak akan hidup dalam kekurangan lagi.

Setelah beberapa lama ikut Tante Sus, ia memilih beroperasi sendirian. Tidak berhenti sampai di situ, Elia mulai berpikir bagaimana kalau ada klien yang menuntut sesuatu yang tidak bisa ia berikan. Maka ia pun mulai mengumpulkan teman-teman sekolah dan kenalan dari rumah, yang menginginkan kehidupan yang enak dan mewah.

Dan ternyata tak sulit bagi Elia untuk mendapatkannya. Awalnya ada tiga gadis manis di sekolahnya yang menerima ajakan. Tak lama kemudian ada 2 orang gadis kenalannya yang mau ikut juga. Dari sinilah ia kemudian bisa mengumpulkan puluhan gadis-gadis muda yang kebanyakan sebaya dengannya. Untuk memikat gadis-gadis itu ia banyak belajar dari Tante Sus.

Namun malang tak bisa dicegah. Saat mengantar anak buahnya di hotel untuk bertemu dengan salah seorang klien, Elia tertangkap polisi. Kini Elia mendekam di penjara meratapi nasibnya.

4 komentar:

IBU WINDA DI GARUT mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog. 28 Juni 2016 05.57
seto dwi pramesti mengatakan...

ceritanya malah di sambut sama iklan Togel..waduh kok malah jadi disuruh pasang togel..
cerita kehidupan tanpa di selingi pasang togel adalah perjuangan yang riil...salam kenal

11 Juli 2016 02.20
Unknown mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog. 7 Juni 2017 04.01
pak.solihin mengatakan...

Terima kasih yang amat dalam kami ucapkan kepada MBAH SELONG yang
telah memberikan kebahagian bagi keluarga kami…berkat Beliau saya
sekarang udah hidup tenang karena orang tuaku udah buka usaha dan
punya modal untuk buka bengkel skrang pun orang tuaku tidak di
kejar-kejar hutang lagi…dan keluarga Kami di berikan Angka
Ritual/Goib Dari mbah yg sangat Jitu 100%dijamin
tembus…hingga keluarga kami sekarang merasa tenang
lagi…terima kasih mbah…Jika Anda ada yg merasa kesulitan
masalah Nomer ToGEL silahkan hbg Aja MBAH SELONG
dinmr hp beliau (081-322-565-355) ATAU KLIK SITUS KAMI
dan saya sudah membuktikan 3kali berturut2 tembus terimah kasih

2 September 2017 07.41

Posting Komentar