Hanoman Bagian 2: Aji Pancasona

Alkisah Rahwana mendengar, ada seorang pertapa yang menguasai berbagai macam ilmu, yang tak terkalahkan di setiap pertarungan di pertapaan Sunyapringga. Ia ingin menantang sang pertapa untuk membuktikan siapa yang terkuat sekaligus memperluas jajahan di kerajaan Kiskenda.

Rahwana yakin bisa mengalahkan pertapa tersebut. Ketika sampai di pertapaan tersebut, ia bertemu dengan Resi Subali, seorang manusia yang telah menjelma menjadi kera, dengan perawakan biasa saja. Kepada Subali Rahwana mengatakan bahwa kedatangannya ingin menaklukkan Kiskenda. Ia mengajak Subali bekerjasama dan setelah berhasil, nantinya akan dijadikan penasehat raja.

Mendengar perkataan tersebut, Subali marah besar karena yang ditantang Rahwana adalah Sugriwa, adiknya sendiri. Rahwana senang dengan marahnya Subali. Itulah yang ditunggu. Peperangan tak terelakkan, dua orang titah dewata yang sama-sama sakti. Andalan Rahwana ada pada gigitannya. Tidak ada makhluk bumi yang mampu bertahan hidup bila terkena taringnya. Ia telah menaklukkan seribu negeri. Sedangkan Subali, seorang resi yang telah mendapatkan limpahan aji jaya kawijayan dari dewa. Rahwana berperawakan setengah raksasa, sedangkan Subali berwujud kera.

Walau pertarungan telah berlangsung lama, belum ada tanda siapa yang kalah maupun siapa yang menang. Pada suatu kesempatan, Rahwana berhasil menancapkan taringnya di leher lawannya, Subali tewas seketika. Bersukacitalah Rahwana, ternyata pertapa yang kondang kesaktiannya pun bisa ia kalahkan. Namun betapa terkejutnya Rahwana, sekejap kemudian Subali telah bangkit kembali dalam keadaan utuh. Pertarungan kembali terjadi. Kejadian berulang kembali, Subali tewas tertancap taring Rahwana, namun hidup lagi dalam keadaan semakin kuat. Demikian berulang berkali-kali. Akhirnya Rahwana menyerah. Ia minta ampun agar tidak dibunuh. Tak segan-segan ia  menyembah dan menyatakan bertobat pada subali dan berjanji tidak akan melakukan kejahatan lagi. Ia pun berrjanji bersedia menuruti segala permintaan Subali. Pada dasarnya Subali itu berhati mulia dan berdarah putih. Walaupun mudah tersulut emosinya dan cepat marah, namun juga cepat luluh. Dan Rahwana pun diampuninya.

Rahwana yang mengagumi kesaktian Subali, sangat ingin memiliki ajian yang dimiliki oleh Subali. Kemudian ia mohon untuk diangkat sebagai muridnya. Subali yang tak berburuk sangka, akhirnya bersedia menjadi guru dari Rahwana. Rahwana ternyata mudah sekali menyerap segala yang diajarkan oleh sang guru. Karena Rahwana seorang siswa yang hormat, cerdas, tangkas, patuh, dan sopan, akhirnya ajian andalan pemberian dewa, yang dahulu sudah dipesankan oleh Batara Narada untuk tidak diturunkan kepada sembarangan orang, diberikan kepada Rahwana, Aji Pancasona. Itulah kesalahan terbesar dari Subali. Ia tak menyadari Rahwana itu seorang yang sangat jahat.
(bersambung ke Hanoman Bagian 3)
kembali ke Hanoman Bagian 1

0 komentar:

Posting Komentar