Hanoman Bagian 3 Rahwana Raja Alengka Yang Jahat


Berbekal ilmu kesaktian Aji Pancasona, Rahwana menjadi semakin jahat. Sasaran pertamanya mendapatkan ilmu kesaktian itu adalah kerajaan Kiskenda. Rahwana menggunakan strategi adu domba antara Subali dan Sugriwa. Ia tahu bahwa Resi Subali mudah marah, hatinya lemah dan mudah dimainkan.


Ada seorang prajurit Alengka yang pandai menyamar, Tumenggung Marica. Ia ditugaskan oleh Rahwana untuk menyamar sebagai abdi Prabu Sugriwa dan Dewi Tara. Ia melaporkan kepada Resi Subali bahwa Prabu Sugriwa setiap hari menyiksa Dewi Tara dan karena itu  Dewi Tara menderita. Dewi Tara dikatakannya sangat berharap pada Resi Subali untuk menolong membebaskannya dari cengkeraman Prabu Sugriwa.

Tumenggung Marica juga memanas-manasi bahwa, sesungguhnya yang berhak atas tahta kerajaan dan menjadi suami Dewi Tara adalah Resi Subali. Dikatakannya juga bahwa Prabu Sugriwa memerintah negerinya dengan bengis. Yang bisa menyelamatkan semua itu hanyalah Resi Subali.

Tanpa berpikir dan menyelidiki lebih dulu, Resi Subali langsung memuncak amarahnya. Tanpa basa-basi lagi ia melabrak Sugriwa ke kerajaan Kiskenda. Sesampainya di Kiskenda, Resi Subali  langsung menghajar Sugriwa, adiknya. Dalam ilmu kadigdayan, Sugriwa memang jauh di bawah Subali sehingga Sugriwa tidak berdaya dihajar oleh Subali. Dalam kemarahannya, Subali menangkap kaki Sugriwa, diputar-putarnya di udara, kemudian dengan kekuatan fisiknya yang luar biasa, dilemparkanlah tubuh Sugriwa sehingga jatuh di sebuah hutan yang lebat di gunung Reksamuka.

Setelah itu tahta kerajaan Kiskenda diduduki Prabu Subali. Ia mengambil Dewi Tara sebagai istri sekaligus permaisuri. Prabu Subali dari Kerajaan Kiskenda kemudian bersekutu dengan Prabu Rahwana dari Kerajaan Alengkadiraja. Rahwana merasa menjadi semakin kuat dan melanjutkan menaklukkan negeri-negeri di seluruh bumi.

Sementara itu Hanoman telah tumbuh menjadi seorang ksatria yang gagah dan berani dengan bekal berbagai macam ilmu kesaktian. Namun ia berhati lembut dan baik.  Hanoman juga diberi nama Marutasuta karena diangkat anak oleh Bhatara Bayu sebagai anak angkat sekaligus murid. Bayu sama dengan maruta atau angin. Bhatara Bayu merupakan dewanya angin. Ilmu yang diberikan oleh Batara Bayu pada Hanoman adalah Aji Mundri atau sering disebut Aji Mangundri. Hanoman juga diberi Kuku Pancanaka dan memakai kain poleng. Setelah benar-benar siap ilmu kesaktiannya, dikirimlah Hanoman ke bumi.

Sementara itu Sugriwa yang terjepit pohon asam besar setelah dilempar ke hutan, berseru minta pertolongan kepada Dewa sambil menahan kesakitan. Ia tidak tahu apa kesalahannya sehingga kakaknya mengamuk secara membabibuta kepadanya. Seruannya didengar dewa sehingga dikirimlah Hanoman untuk menyelamatkannya. Terharulah Sugriwa setelah tahu siapakah Hanoman itu, yang tak lain adalah keponakannya sendiri, putra dari kakaknya, Dewi Anjani.........

Di tempat lain, Prabu Rama dan Laksmana, adiknya sedang menyusuri hutan belantara untuk mengejar Rahwana yang telah mencuri Dewi Shinta, isteri Prabu Rama. Perjalanan mereka sampai di Gunung Reksamuka, dan kemudian berjumpalah mereka dengan Hanoman. Hanoman telah mendapat pesan dari Batara Bayu, suatu saat harus mengabdi kepada titisan Batara Wisnu, untuk ikut menegakkan keadilan dan  memerangi kebatilan di muka bumi. Dan Prabu Rama Wijaya adalah titisan Batara Wisnu. Sebuah kebetulan yang sangat diharapkan oleh Hanoman.

Prabu Rama dan Laksmana kemudian dipertemukan dengan Sugriwa oleh Hanoman. Mereka saling bertukar cerita tentang apa yang mereka alami sebelum bertemu. Sugriwa menceritakan segala kisahnya sehingga akhirnya ia terlunta-lunta di Gunung Reksamuka tersebut. Hanoman menceritakan kisahnya hingga akhirnya selalu setia mendampingi Sugriwa, pamannya. Prabu Rama juga menceritakan perihal hilangnya Dewi Shinta, isterinya karena dicuri oleh Rahwana.

Sementara, Rahwana tak lagi bisa mengendalikan nafsunya menaklukkan seluruh negeri di bumi ini. Rahwana ingin menjadi raja diraja, dipuja oleh seluruh raja dijagat raya. Bahkan, ia berambisi dewa pun mesti tunduk padanya.

Akhirnya terjadi kesepakatan: Rama dan Laksmana bersedia membantu Sugriwa untuk merebut kembali kerajaan Kiskenda dari tangan  Subali. Sedangkan Sugriwa dan bala tentara Kiskenda, nantinya akan membantu Prabu Rama dan Laksmana untuk merebut kembali Dewi Shinta dari tangan Rahwana di Alengka. Dan yang paling utama adalah menghentikan keangkaramurkaan Rahwana.

Sebagai langka awal, Prabu Rama mendorong Sugriwa merebut kembali istrinya, Dewi Tara. Sugriwa ragu, karena tahu betapa saktinya Subali, kakaknya itu. Namun Prabu Rama berjanji akan membantunya dalam peperangan nanti.

Berangkatlah Sugriwa menantang Subali untuk merebut kembali Dewi Tara, istrinya. Mendapat tantangan dari Sugriwa, Subali marah besar, tapi yakin bisa mengalahkan Sugriwa karena kesaktiannya masih jauh di bawahnya.

(Bersambung Hanoman 4)

0 komentar:

Posting Komentar